
oleh
Kunto Arief Wibowo di 18 Januari 2023
Guncangan ekonomi diperkirakan hadir pada 2023 ini. Kondisi yang dinilai oleh berbagai kalangan akan berdampak pada terjadinya resesi.
Tarikan
jejaring globalisasi, tentunya mendorong hubungan bersinggungan antar negara,
khususnya dalam perekonomian. Keadaan yang bisa mengguncang stabilitas sebuah
negara [Suhartoko, 2022].
Satu
persoalan besar, sekaligus pemicu resesi dan krisis adalah pengelolaan sumber
daya alam dan energi. Lebih jauh lagi, terkait pengelolaan lingkungan hidup.
Sumber energi yang selama ini terfokus pada fosil, mengharuskan pada penguatan
energi terbarukan.
Inovasi
di berbagai bidang pastinya diperlukan, terutama yang berhubungan dengan
produksi ekonomi, tak terkecuali pada energi dan sumber daya alam. Tujuannya,
membangkitkan harapan kita pada ancaman resesi global [Rivai, 2023].
Siapa
yang harus melakukan? Prinsipnya kita semua, baik individu ataupun lembaga.
Untuk skala besar, lembaga yang berinovasi akan lebih efektif. Dalam konteks
ini, tentara khususnya Kodam III/Siliwangi telah bergerak, terutama pada level
Jawa Barat.
Alasan
penting TNI peduli adalah masalah tersebut krusial di masyarakat, serta kerja
maksimal tentara yang sudah dilakukan untuk lingkungan, harus ditunjukkan.
Rakyat
merupakan basisnya TNI, karena itu harus kuat. Tidak ada ego sektoral, semua
dilakukan untuk mencari solusi terhadap berbagai persoalan di akar rumput.
Inovasi
Dapur
teknologi Kodam III/Siliwangi telah berinovasi membuat mesin pencacah sampah
[organik dan non-organik]. Hasil cacahnya bisa didaur ulang menjadi bahan bakar
baru.
Mesin
pencetak briket juga kami produksi. Alat ini digunakan untuk membuat bahan
bakar dari sampah tercacah, setelah diproses dalam mesin press. Energi
non-fosil merupakan sumbernya.
Kompor
biomassa dengan bahan bakar briket sampah, pelet sampah, dan biomassa, juga
kami ciptakan untuk kebutuhan memasak skala rumah tangga, industri kecil, dan
usaha mikro kecil dan menengah [UMKM].
Kompor
biomassa lebih hemat dibandingkan kompor gas yang menggunakan elpiji, berdasarkan
uji coba yang kami lakukan.
Sementara
BIOS 44 adalah produk yang sudah eksis, berguna untuk menstabilkan pH tanah dan
air. Produk ini berguna mencegah kebakaran hutan dan lahan karena mampu
memampatkan rongga-rongga di lahan gambut. BIOS 44 sudah digunakan sejumlah
pihak di Indonesia, bahkan luar negeri.
Pengembangan
ekonomi masyarakat
Dunia
akademis telah menunjukkan keterhubungan antara inovasi teknologi dengan
pembangunan ekonomi.
Majalah
Economist [2015] menyarankan, inovasi teknologi dalam pembangunan di negara
berkembang, turut membina kewirausahaan.
Untuk
itu, berbagai usaha kecil dan menengah diajak berjejaring untuk menyerap
inovasi teknologi, sebagai sarana membuka dan meningkatkan berbagai peluang
usaha. Sementara negara, membantu mengeliminir kesenjangan keterampilan dan
pembiayaannya.
Pada
sisi lain, dengan kemajuan inovasi teknologi, warga diharapkan tidak terjebak
dengan demam “ketertinggalan” yang kerap menimpa masyarakat negara berkembang.
Sikap inovatif, justru akan membuat kita menjadi kreatif [You et al., 2019].
Studi Osabutey et al. [2014] menunjukkan,
negara yang tertinggal dapat melakukan lompatan di sektor ekonomi, ketika
diberikan peran teknologi. Tentu saja, kemajuan teknologi yang dikembangkan
harus berorientasi pada pola hemat energi dan ramah lingkungan.
Kita
paham, kemajuan teknologi internet dan listrik belum sepenuhnya mendorong
masyarakat untuk memanfaatkan sumber energi yang hemat dan ramah lingkungan.
Masih didapati pula pertengkaran antara kalangan energi, ekonomi, dan
lingkungan [Anda et al. 2020].
Pada
sisi ini, kita memiliki peluang untuk “mengejar” ketertinggalan dengan terus
melakukan inovasi teknologi berorientasi lingkungan, guna mengembangkan
pembangunan berkelanjutan [Zhou et al. 2021].
Keberhasilan
Desa Balung Anyar di Pasuruan Jawa Timur, yang sukses mengolah kotoran sapi
menjadi sumber energi bagi masyarakat, bisa menjadi inspirasi sekaligus solusi
untuk kita yang terus berinovasi [www.mongabay.co.id, 29/08/20].
TNI,
khususnya Kodam III/Siliwangi, akan terus melakukan inovasi teknologi dengan
tujuan pengelolaan lingkungan Indonesia berkelanjutan dan penguatan masyarakat.
Penting
dari itu semua adalah keseimbangan hulu dan hilir, serta membebaskan inovasi
dari segala tetek bengek yang merusak kemampuan berkreasi. Harus profesional.
Tanpa
inovasi, kita tidak ada apa-apanya.
Mayjen
TNI Kunto Arief Wibowo, Pangdam III/Siliwangi. Tulisan ini opini penulis.
(Pendam III/Siliwangi).
Keluarga Besar Kodam III/Siliwangi Sampaikan Empati dan Duka Cita Mendalam atas Kecelakaan Beruntun
Garut Kampung Kedua Pangdam III/Slw